Praktik Dominasi Dalam Kasus Kekerasan Seksual Pada Film Penyalin Cahaya

Abstrak

Penelitian ini mengkaji praktik dominasi dalam film Penyalin Cahaya yang mengangkat kasus kekerasan seksual di lingkungan akademik. Film Penyalin Cahaya ini menceritakan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa senior terhadap mahasiswa  junior,  serta menggambarkan realitas penyintas kekerasan seksual di lingkungan kampus yang menghadapi berbagai hambatan struktural dalam memperjuangkan keadilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk praktik dominasi serta dampak praktik dominasi terhadap korban maupun tatanan sosial. Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme genetik oleh Pierre Bourdieu, yang mencakup tiga konsep yaitu modal, habitus dan ranah. Metode yang digunakan adalah analisis tematik dengan teknik pengumpulan data berupa observasi tayangan secara berulang dan dokumentasi tangkapan layar pada adegan yang memuat unsur dominasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik dominasi pada film ini berlangsung di dua ranah utama, yaitu ranah kampus dan ranah Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Mata Hari. Praktik dominasi beroperasi melalui ketimpangan kepemilikan modal antara pelaku dan korban. Rama sebagai pelaku menguasai empat jenis modal sekaligus. Sebaliknya Sur sebagai korban hanya memiliki modal budaya yang tidak cukup kuat untuk mengimbangi dominasi Rama. Selain itu, habitus patriarkal yang terinternalisasi dalam lingkungan sosial dan aturan ranah turut memproduksi dan melanggengkan praktik dominasi. Dampak dari praktik dominasi tersebut mencakup pembungkaman korban secara institusional, budaya dan personal. Adanya normalisasi kekerasan seksual serta ketidakdilan struktural  dan perlindunguan pelaku.

Penerbit
CV Ruang Publikasi Ilmiah
Sitasi
0 (OpenAlex)
Kata kunci
Kekerasan Seksual, Akademik, Praktik Dominasi, Budaya Patriarki
E-ISSN
3089-0128
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal