Penelitian ini berangkat dari fenomena perbedaan keberhasilan program pembangunan di pedesaan, di mana program yang identik sering kali gagal di berbagai wilayah namun menunjukkan keberlanjutan yang nyata di Desa Pasir Garam. Berperspektif sosiologi pembangunan, penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui Program Peternakan Sapi Bergulir serta mengungkap peran modal sosial sebagai penentu utama keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, serta mengacu pada teori modal sosial Robert D. Putnam dan konsep pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi pemberdayaan tidak sekadar transfer aset ekonomi, melainkan proses transformasi struktur sosial yang mengubah posisi masyarakat dari objek pasif menjadi subjek aktif. Mekanisme perguliran berfungsi sebagai instrumen sosial yang memicu pembentukan jaringan sosial, penguatan norma timbal balik, dan tumbuhnya kepercayaan antarmasyarakat. Keberhasilan program tidak dibuktikan semata dari bertambahnya jumlah ternak, melainkan dari meningkatnya partisipasi, kapasitas, kemandirian, serta terjaminnya keberlanjutan kegiatan meskipun intervensi dari luar telah berkurang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial merupakan fondasi utama yang mengubah bantuan materi menjadi kekuatan kolektif yang mampu mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan.