Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih sering didominasi oleh metode ceramah, sehingga kesempatan siswa kelas IV untuk mengemukakan pendapat, berpikir kritis, dan berpartisipasi aktif masih terbatas, yang berdampak pada belum optimalnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode Brainstorming dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya di SD Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wali kelas IV, dan siswa sebagai informan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode Brainstorming secara sistematis, mulai dari perencanaan pembelajaran, pemberian pertanyaan pemantik pada materi fotosintesis, pencatatan ide siswa, pengarahan diskusi, hingga penarikan kesimpulan bersama siswa. Penerapan ini meningkatkan keterlibatan siswa, keberanian menyampaikan pendapat, dan pemahaman konsep, meskipun masih terkendala oleh siswa yang pasif, perbedaan kemampuan siswa, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Faktor pendukung yang teridentifikasi meliputi kesiapan guru, dukungan sekolah, penggunaan media pembelajaran konkret, antusiasme siswa, dan lingkungan belajar yang kondusif. Disimpulkan bahwa metode Brainstorming efektif menciptakan pembelajaran IPAS yang aktif, interaktif, dan bermakna, serta dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi mengajar bagi guru sekolah dasar.