Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kompensasi non-finansial terhadap kinerja pengrajin tenun sarung hitam di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 43 orang pengrajin tenun sarung hitam yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengrajin tenun sarung hitam di Kecamatan Kajang dengan nilai signifikansi 0,028 (< 0,05) dan koefisien regresi 0,235; (2) kompensasi non-finansial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pengrajin dengan nilai signifikansi 0,041 (< 0,05) dan koefisien regresi -0,286; (3) motivasi dan kompensasi non-finansial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengrajin dengan nilai signifikansi 0,028 (< 0,05). Namun, kontribusi kedua variabel terhadap kinerja sangat kecil dengan nilai Adjusted R Square sebesar 1,3%, sedangkan 98,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi merupakan faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan kinerja pengrajin dibandingkan dengan kompensasi non-finansial.