Penelitian ini menganalisis hubungan leverage yang diproksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) dengan kinerja keuangan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara yang diukur menggunakan Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF). Penelitian kuantitatif ini menggunakan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah diaudit serta data fiskal seluruh 33 kabupaten/kota selama 2017-2022, sehingga membentuk panel seimbang sebanyak 198 observasi pemerintah-daerah-tahun. Model yang dilaporkan diestimasi dengan regresi linier berganda pooled menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Hasil estimasi menunjukkan bahwa DAR berasosiasi positif dan signifikan dengan DDF (B = 0,919; t = 13,022; p < 0,001), demikian pula DER (B = 0,669; t = 9,485; p < 0,001). Secara bersama-sama, kedua indikator signifikan (F = 230,709; p < 0,001) dan menjelaskan 70,3% variasi DDF. Temuan ini menunjukkan bahwa leverage dan kapasitas fiskal daerah bergerak bersama, tetapi tidak membuktikan bahwa tambahan utang menyebabkan kemandirian fiskal yang lebih tinggi. Desain observasional pooled, dasar akuntansi DAR dan DER yang saling berkaitan, serta belum dimasukkannya efek kabupaten/kota dan tahun menuntut interpretasi yang hati-hati. Penelitian lanjutan perlu mengestimasi model panel terpisah dengan galat baku robust dan variabel kontrol fiskal yang relevan.