Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidden curriculum dalam membentuk sikap multikultural serta penanganan konflik sosial santri di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di Ma’had TMI Putra Al-Amien Prenduan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidden curriculum terbentuk melalui praktik pembiasaan adab, disiplin, kebersamaan, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari santri. Praktik tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap multikultural seperti toleransi, empati, dan saling menghargai dalam keberagaman. Selain itu, hidden curriculum juga berperan dalam penanganan konflik sosial melalui pendekatan persuasif, musyawarah, serta interaksi non-kekerasan. Dengan demikian, hidden curriculum menjadi elemen penting dalam pembentukan karakter santri dan terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di lingkungan pesantren.