Sekolah berfungsi sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu langkah strategis yang diterapkan oleh sekolah untuk mendukung proses pembentukan karakter tersebut adalah lewat kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki kekuatan dalam membangun karakter dan memperkuat sikap religius siswa adalah ekstrakurikuler rohis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Metode penelitian dengan pendekatan deskripsi analisis adalah cara menganalisis data dengan menggambarkan atau menjelaskan data yang sudah dikumpulkan secara alami, tanpa mencoba menyimpulkan atau menerapkan kesimpulan tersebut secara umum. Hasil pengamatan yang didapat dilapangan terkait hambatan atau tantangan selama proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) berupa rendahnya keterlibatan peserta didik untuk bergabung dalam kegiatan rohis dimana persentase yang di dapat dari wawancara awal bersama pengurus sekitar 20% dan minimnya fasilitas yang memadai seperti sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan kepengurusan ekstrakurikuler rohis dan juga prasarana yang disediakan oleh pihak sekolah.