Internalisasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui MPLK Berbasis DRPPA di SDN Dukuhsari

Abstrak

Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat memerlukan internalisasi kontekstual ketika siswa memasuki sekolah dasar. Penelitian ini mendeskripsikan integrasinya dalam MPLK kelas 2 berbasis Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), mengukur keterlaksanaan awal, dan mengidentifikasi prioritas penguatan. Studi kasus deskriptif melibatkan seluruh 15 siswa kelas 2 SDN Dukuhsari, terdiri atas 11 laki-laki dan 4 perempuan. Data berupa rekap jurnal tujuh kebiasaan serta informasi sekolah mengenai rutinitas, sarana, prestasi, pemantauan, dan tantangan perilaku; informasi kelas atas hanya menjadi konteks penunjang. Data jurnal dianalisis dengan frekuensi dan persentase, sedangkan data naratif dikodekan secara tematik. Jurnal mencatat 100 dari 105 peluang indikator terlaksana (95,2%). Bangun pagi, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, dan bermasyarakat mencapai 100%; beribadah dan berolahraga 86,7%; serta tidur lebih awal 93,3%. Olahraga menjadi budaya terkuat melalui senam pagi ceria dan prestasi olahraga. Beribadah terkendala ketiadaan musala, sedangkan capaian bermasyarakat 100% belum mencerminkan empati dan sikap menghargai yang memadai. MPLK berfungsi sebagai jembatan ramah anak dan nonpunitif yang memformalkan rutinitas melalui sosialisasi orang tua, praktik harian, dan pemantauan. Prioritas

Penerbit
CV Ruang Publikasi Ilmiah
Sitasi
0 (OpenAlex)
Kata kunci
character internalization, DRPPA, Grade 2, MPLK, seven habits; DRPPA, internalisasi karakter, kelas 2, MPLK, tujuh kebiasaan
E-ISSN
3089-0128
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal