Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan limbah abu keramik sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Harapan Medan. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan variasi substitusi abu keramik sebesar 0%, 10%, dan 15% terhadap agregat halus. Pengujian meliputi pemeriksaan material, slump beton segar, dan kuat tekan. Pengujian kuat tekan dilakukan dengan Compression Testing Machine dan hasilnya dianalisis pada umur 14 dan 28 hari. Berdasarkan rekapitulasi hasil penelitian, kuat tekan rata-rata umur 14 hari berturut-turut sebesar 26,285 MPa untuk beton normal, 26,931 MPa untuk substitusi 10%, dan 26,150 MPa untuk substitusi 15%. Pada umur 28 hari, kuat tekan rata-rata masing-masing sebesar 29,869 MPa, 30,603 MPa, dan 29,134 MPa. Variasi 10% menghasilkan kuat tekan tertinggi dan meningkatkan kuat tekan sekitar 0,734 MPa dibandingkan beton normal pada umur 28 hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa substitusi abu keramik 10% merupakan variasi yang paling optimal dari variasi yang diuji, sedangkan peningkatan substitusi menjadi 15% menurunkan kuat tekan.