Strategi Pemasaran Bank Syariah Berbasis FOMO pada Generasi Z: Tren Finansial dan Prinsip Syariah

Abstrak

Perkembangan pemasaran digital mendorong bank syariah untuk menggunakan strategi yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z, salah satunya melalui pendekatan Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut kehilangan kesempatan atau manfaat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan FOMO sebagai strategi  pemasaran bank syariah pada Generasi Z, risiko dan tantangannya, serta kesesuaiannya dengan prinsip pemasaran syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersifat deskriptif-analitis. Data yang digunakan berupa data sekunder dari artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen lembaga pengatur yang relevan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa FOMO berpotensi menjadi strategi pemasaran bank syariah melalui promosi berbatas waktu, pemberian hadiah sesuai ketentuan, pemanfaatan momen keagamaan, serta penggunaan media sosial dan layanan digital. Namun, penerapannya juga memiliki risiko berupa keputusan keuangan yang impulsif, informasi promosi yang menyesatkan, dan menurunnya kepercayaan nasabah apabila dilakukan secara berlebihan. Oleh karena itu, strategi FOMO perlu diterapkan berdasarkan prinsip shiddiq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), tabligh (penyampaian informasi yang jelas), dan fathanah (kecermatan). Dapat disimpulkan bahwa FOMO berpotensi mendukung efektivitas pemasaran bank syariah apabila dilakukan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Meskipun demikian, efektivitasnya secara langsung masih perlu dibuktikan melalui penelitian empiris.

Penerbit
CV Ruang Publikasi Ilmiah
Sitasi
0 (OpenAlex)
Kata kunci
FOMO, Pemasaran Syariah, Bank Syariah, Generasi Z, Etika Pemasaran
E-ISSN
3089-0128
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal