Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pewarisan nilai keagamaan dalam tradisi lisan Dulahu Juma’ati serta menjelaskan fungsi bahasa dalam tradisi tersebut melalui kajian antropolinguistik. Dulahu Juma’ati merupakan tradisi lisan masyarakat Gorontalo yang memuat ajaran agama, nasihat moral, dan nilai sosial yang diwariskan melalui tuturan berbahasa Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari sumber tertulis berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, serta dokumentasi teks Dulahu Juma’ati yang telah diteliti dan dipublikasikan sebelumnya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan yang mengandung nilai keagamaan serta menafsirkan makna budaya menggunakan perspektif antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dulahu Juma’ati mengandung nilai keimanan, ibadah, sedekah, solidaritas sosial, dan tawakal kepada Allah Swt. Penggunaan bahasa Gorontalo dalam teks tuturan memperlihatkan keterkaitan erat antara bahasa, budaya, dan kehidupan religius masyarakat. Selain sebagai bentuk ekspresi budaya, Dulahu Juma’ati juga berfungsi sebagai media pendidikan moral, dakwah, serta pelestarian nilai-nilai lokal. Dengan demikian, tradisi ini tetap relevan sebagai sarana pewarisan nilai keagamaan dan identitas budaya masyarakat Gorontalo di tengah arus modernisasi dan globalisasi.