Penelitian ini membahas gaya bahasa satir dalam puisi Dulahu Li Guru yang berbahasa Gorontalo beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Puisi tersebut dipilih karena mengandung berbagai sindiran terhadap perubahan perilaku guru dari masa lalu hingga masa kini serta kritik sosial terhadap perkembangan teknologi, gaya hidup, dan dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa satir dan makna penggunaannya dalam puisi Dulahu Li Guru berdasarkan perspektif Gorys Keraf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa puisi Dulahu Li Guru yang diambil dari akun media sosial Facebook milik Yunus Raymond Dama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan teknik simak, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan data berdasarkan gaya bahasa satir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Dulahu Li Guru mengandung bentuk gaya bahasa satir berupa ironi, sinisme, dan satire. Gaya bahasa yang paling dominan adalah sinisme karena sindiran disampaikan secara langsung terhadap perilaku sosial guru masa kini. Makna penggunaan gaya bahasa satir dalam puisi tersebut mengandung kritik sosial, pengingat moral, serta refleksi terhadap perubahan nilai pengabdian dalam dunia pendidikan.