Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode mengajar ceramah terhadap tingkat keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Menengah Kejuruan Kristen 1 Surakarta. Metode ceramah masih menjadi strategi dominan dalam pembelajaran karena dianggap mampu menyampaikan materi secara cepat, sistematis, dan efisien. Namun, penerapan yang monoton dan berpusat pada guru seringkali menimbulkan permasalahan berupa rendahnya partisipasi verbal, minimnya inisiatif, serta kurang berkembangnya kerja sama antar siswa. Kondisi ini berdampak pada pembelajaran yang cenderung pasif dan kurang mendukung pengembangan sikap kritis maupun penghayatan iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen angket untuk mengukur variabel bebas (metode ceramah) dan variabel terikat (keaktifan belajar). Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier berganda, serta uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan metode ceramah terhadap keaktifan belajar siswa. Ceramah yang dilakukan secara variatif, misalnya dengan menyisipkan tanya jawab, diskusi singkat, studi kasus, atau refleksi bersama, terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, ceramah yang monoton dan satu arah menurunkan motivasi serta partisipasi siswa. Dengan demikian, metode ceramah tetap relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengelola interaksi kelas. Penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi metode ceramah menjadi lebih interaktif dan partisipatif agar mampu menumbuhkan pemahaman mendalam, sikap kritis, serta penghayatan iman yang utuh pada siswa.