Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di SMAN 1 Parmaksian dan bertujuan untuk memahami pelaksanaan supervisi pendidikan oleh kepala sekolah, khususnya terkait penerapan prinsip-prinsip supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah. Kepala sekolah memiliki peran sentral sebagai supervisor yang bertanggung jawab membina, membimbing, dan mendampingi guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pendidikan dipahami sebagai proses pembinaan yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran. Kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi berpedoman pada prinsip fundamental yang bersumber dari nilai-nilai dasar, serta prinsip praktis yang meliputi prinsip positif dan prinsip negatif. Prinsip positif diwujudkan melalui sikap membina, menghargai, memberikan motivasi, dan mengembangkan potensi guru, sedangkan prinsip negatif diwujudkan dengan menghindari sikap otoriter, tidak mencari kesalahan, dan tidak menekan guru. Penerapan prinsip-prinsip supervisi tersebut berkontribusi dalam menciptakan suasana supervisi yang humanis dan konstruktif, sehingga mendukung peningkatan mutu pembelajaran di SMAN 1 Parmaksian.