Krisis integritas ilmiah di tengah kepentingan politik menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan dan penelitian kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk politisasi sains, dampaknya terhadap kepercayaan publik dan kebijakan berbasis bukti, serta menelaahnya dalam perspektif etika pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa politisasi sains terjadi dalam bentuk kontrol agenda penelitian, manipulasi data, pembatasan kebebasan akademik, serta penggunaan ilmu pengetahuan sebagai alat legitimasi kekuasaan. Dampaknya adalah menurunnya kepercayaan publik terhadap sains dan melemahnya kebijakan berbasis bukti. Dalam perspektif etika, distorsi ilmiah tidak dapat dibenarkan baik secara deontologis maupun utilitarian karena melanggar kewajiban moral ilmuwan dan merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, pemulihan otonomi sains menjadi solusi strategis melalui pemisahan kepentingan politik dari proses ilmiah, penerapan transparansi, serta perlindungan terhadap kebebasan akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan etika pendidikan sebagai landasan dalam menjaga integritas ilmiah di era kontemporer.