Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi trauma tokoh Tara dalam novel Langit Mengambil karya Ika Natassa menggunakan teori trauma Cathy Caruth. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa novel Langit Mengambil. Data penelitian berupa kutipan-kutipan yang menunjukkan pengalaman traumatis tokoh, kemudian dikumpulkan melalui teknik membaca dan mencatat serta dianalisis berdasarkan konsep trauma Cathy Caruth yang meliputi belatedness, repetition, dan fragmentation of memory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma tokoh Tara direpresentasikan melalui tiga bentuk utama. Pertama, belatedness terlihat dari kesulitan Tara menerima dan mengungkapkan pengalaman kekerasan seksual yang menyebabkan hilangnya rahimnya. Kedua, repetition tampak melalui kemunculan kembali ingatan traumatis, pertanyaan yang terus berulang, serta upaya Tara mencari jawaban atas peristiwa yang dialaminya. Ketiga, fragmentation of memory terlihat melalui perasaan terasing dari lingkungan sosial, pandangan yang kabur terhadap masa lalu, perubahan identitas diri, serta kerinduan terhadap dirinya sebelum mengalami trauma. Temuan penelitian menunjukkan bahwa trauma tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis tokoh, tetapi juga membentuk identitas, hubungan sosial, dan cara tokoh memaknai kehidupannya. Melalui tokoh Tara, Ika Natassa merepresentasikan trauma sebagai pengalaman yang terus hadir dalam kesadaran individu dan meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kehidupan penyintas kekerasan seksual.