Perkembangan teknologi digital pada era modern membawa pengaruh besar terhadap kehidupan anak usia dini, termasuk dalam aspek literasi. Anak usia 5–6 tahun berada pada masa emas perkembangan bahasa dan kognitif sehingga membutuhkan strategi yang tepat dalam mengembangkan kemampuan literasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan literasi anak usia dini dalam menghadapi era digital pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari buku-buku dan jurnal ilmiah bahasa Indonesia yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan literasi digital anak usia dini dapat dilakukan melalui pembiasaan membaca sejak dini, pemanfaatan media digital edukatif, pendampingan orang tua, penguatan peran guru, serta penciptaan lingkungan belajar yang literatif dan menyenangkan. Kehadiran teknologi digital dapat menjadi sarana positif dalam meningkatkan kemampuan literasi apabila digunakan secara bijaksana dan terarah. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat diperlukan dalam membentuk kemampuan literasi anak usia dini di era digital.