Deep Learning bukan merupakan kurikulum baru,melainkan sebuah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman mendalam,pengaplikasian konsep, dan keterlibatan aktif siswa.Deep Learning menurut Abdul Mu’ti adalah pendekatan pembelajaran mendalam yang ditopang dengan tiga pilar pembelajaran yaitu berkesadaran,bermakna dan menggembirakan.Deep Learning dapat diterapkan dalam pembelajaran Aswaja An-Nahdliyah dan bidang studi yang lainnya. Peneliti merumuskan tujuan yaitu untuk mengetahui dan memahami tentang apa yang dimaksud dengan Deep Learning menurut Abdul Mu’ti dan bagaimana bila diterapkan dalam pembelajaran Aswaja An-Nahdliyah.Tiga pilarnya sejalan dengan beberapa dalil dari prinsip dasar pendidikan Islam dan selaras dengan karakteristik Aswaja An-Nahdliyah. Apabila deep learning menurut Abdul Mu’thi dalam pembelajaran Aswaja An- Nahdliyah sudah dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik dan benar terutama di sekolah atau madrasah dan di rumah,maka akan dapat membantu mewujudkan generasi muda yang tangguh,yang mempunyai delapan dimensi profil lulusan dan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, sebagai bekal dalam menyongsong era Indonesia emas 2045 juga sebagai bekal hidup dalam menghadapi tantangan masa depan.