Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tenaga kerja outsourcing (alih daya) pengemudi (driver) dalam mendukung kelancaran operasional industri pertambangan batubara di Kota Bontang. Sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor berbasis sumber daya alam yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini menunjukkan perlambatan yang tecermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang bernilai negatif sepanjang periode 2021 hingga 2025. Meskipun demikian, aktivitas operasional tambang di lapangan tetap berjalan dan membutuhkan dukungan tenaga kerja yang andal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus terhadap tenaga kerja outsourcing pengemudi yang disediakan oleh PT Bara Usaha Mandiri (PT BUM) dan ditempatkan pada pengguna jasa, yaitu PT Indominco Mandiri (PT IMM). Data yang dianalisis meliputi data primer berupa mekanisme sistem kerja dan fluktuasi jumlah pengemudi, serta data sekunder berupa laju pertumbuhan PDRB sektor pertambangan Kota Bontang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja outsourcing pengemudi memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas sumber daya manusia (SDM) menuju lokasi kerja (Site KM 30), yang merupakan bagian integral dari rantai produksi tambang. Struktur sistem kerja pengemudi mulai dari tahap Pemeriksaan dan Perawatan Harian (P2H), penjemputan pekerja, hingga fase siaga (standby) memastikan kelancaran sirkulasi tenaga kerja operasional. Penurunan jumlah pengemudi dari 139 orang (2021) menjadi 121 orang (2025) menggambarkan adanya rasionalisasi dan adaptasi efisiensi tenaga kerja sebagai dampak dari kontraksi sektor pertambangan. Dengan demikian, tenaga kerja outsourcing pengemudi berperan sebagai salah satu faktor produksi penunjang yang menjaga kontinuitas operasional industri pertambangan di tengah tekanan ekonomi sektoral.