Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan gaya bahasa dan diksi dalam lirik lagu "Kicau Mania". Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta teknik baca-catat, penelitian ini mengacu pada teori stilistika Gorys Keraf dan klasifikasi majas Henry Guntur Tarigan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu "Kicau Mania" mengeksploitasi perbendaharaan kata slang bahasa Jawa dan istilah teknis komunitas pecinta burung untuk memperkuat identitas sosial. Ditemukan lima jenis gaya bahasa dominan, yakni personifikasi, hiperbola, metafora, sinisme, dan repetisi. Gaya bahasa repetisi menjadi bentuk yang paling dominan, yang berfungsi sebagai penanda identitas kelompok sekaligus penguat ritme lagu yang membangkitkan semangat. Penggunaan gaya bahasa tersebut secara efektif membangun pesan estetis, solidaritas, dan kebanggaan hobi yang mendalam bagi para pendengarnya.