Penelitian ini mengkaji penguatan Islamic edupreneurship melalui penggabungan kurikulum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan nilai-nilai pesantren. Menggunakan metode studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini sangat penting untuk menciptakan lulusan yang mandiri secara ekonomi namun tetap berpegang teguh pada nilai spiritual (jujur, amanah, dan kreatif). Meskipun ada kendala seperti keterbatasan modal dan kurangnya keahlian digital, sinergi antara teori akademik PTKI dan praktik nyata pesantren (seperti di Sidogiri dan Gontor) terbukti lebih efektif dibanding kurikulum konvensional. Rekonstruksi kurikulum dan kerja sama dengan dunia industri menjadi solusi utama untuk mencetak "santripreneur" yang kompetitif.