G
GlobalRiset
Portal Indeksasi Jurnal

Miskonsepsi Feminisme sebagai Pemicu Toxic Masculinity: Rekonstruksi Relasi Gender dalam Perspektif Kesetaraan

Arya Maulana Wiarnata, Nesa, Nyoman Tania, Razani, Sheila Nasywa, Naila Azzahra Amelia Putri, Kamal, Ubaidillah
Abstrak

Feminisme merupakan gerakan yang bertujuan mewujudkan kesetaraan hak, kesempatan, dan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Namun, dalam kehidupan sosial modern, feminisme seringkali dipahami secara keliru sebagai upaya untuk menempatkan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Miskonsepsi tersebut memunculkan berbagai respons negatif yang dapat meningkatkan perilaku toxic masculinity, yaitu pola sikap dan perilaku yang menuntut laki-laki untuk selalu kuat, dominan, serta menekan ekspresi emosi demi mempertahankan identitas maskulinnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk miskonsepsi masyarakat terhadap feminisme, mengkaji dampaknya terhadap munculnya toxic masculinity, serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk membangun relasi gender yang sehat dan setara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai jurnal, buku, internet, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi feminisme banyak dipengaruhi oleh stereotip, budaya patriarki, serta representasi yang keliru di media dan ruang digital. Kesalahpahaman tersebut dapat menimbulkan resistensi terhadap nilai kesetaraan gender dan mendorong sebagian laki- untuk mempertahankan maskulinitas tradisional secara berlebihan, yang kemudian memunculkan perilaku toxic masculinity. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan edukasi mengenai konsep feminisme, peningkatan literasi gender, serta pengurangan stereotip gender. Dengan demikian, relasi gender yang  lebih sehat, setara, dan saling menghormati dapat terwujud.

Penerbit
CV. Ruang Publikasi Ilmiah
Kata kunci
Feminisme; Miskonsepsi; toxic masculinity
E-ISSN
3123-5573
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal