Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur aset, fleksibilitas keuangan, dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan subsektor produk rumah tangga nondurable yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Struktur modal merupakan keputusan penting dalam perusahaan karena berkaitan dengan penggunaan sumber pendanaan yang optimal antara utang dan ekuitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 11 perusahaan dengan total 55 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Eviews 12. Berdasarkan hasil pemilihan model melalui Uji Chow dan Uji Hausman, model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar proporsi aset tetap yang dimiliki perusahaan, maka semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendanaan melalui utang karena aset tersebut dapat dijadikan jaminan. Fleksibilitas keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal, yang berarti perusahaan dengan tingkat fleksibilitas keuangan yang tinggi cenderung lebih mengandalkan pendanaan internal dibandingkan menggunakan utang. Sementara itu, profitabilitas berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap struktur modal, sehingga tingkat keuntungan perusahaan belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan penggunaan utang pada perusahaan subsektor produk rumah tangga nondurable. Secara simultan, struktur aset, fleksibilitas keuangan, dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dengan nilai koefisien determinasi sebesar 84,64%.