Penelitian ini membahas pengaruh penutupan Selat Hormuz terhadap stabilitas ekonomi dunia dalam konteks perkembangan geopolitik terbaru tahun 2026. Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi global karena menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke berbagai negara. Penutupan jalur ini berpotensi menimbulkan gangguan besar terhadap pasokan energi, kenaikan harga minyak dunia, peningkatan biaya logistik, serta tekanan inflasi di negara-negara pengimpor energi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal, artikel ilmiah, laporan lembaga internasional, dan sumber ekonomi terbaru yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menciptakan efek berantai terhadap global supply chain, pasar keuangan, daya beli masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi global. Oleh karena itu, stabilitas ekonomi dunia sangat dipengaruhi oleh keamanan jalur energi internasional, terutama pada kawasan strategis seperti Selat Hormuz.