Bullying merupakan tindak kekerasan ataupun pelecehan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh seseorang ataupun kelompok orang yang memiliki kekuasaan atau kekuatan untuk melakukan kekerasan terhadap pihak lain. Bentuk perilaku bullying diantaranya bullying fisik, verbal, dan bullying mental/psikologis. Bullying dapat terjadi dimana saja khususnya di lingkungan sekolah, terbentuknya perilaku bullying sendiri karena adanya penindasan dan pemaksaan terhadap korban sehingga korban merasa takut dan teraniaya. Sehingga siswa sulit untuk mencapai aktualisasi dirinya. Maka lingkungan sekolah yang kondusif dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif bagi siswa. Adapun penanaman karakter merupakan suatu metode untuk mencegah dan pencbullying. Adapun upaya yang dilakukan guru dalam mencegah dan mengatasi perilaku bullying di sekolah yaitu yang pertama dengan cara pencegahan, memberi motivasi kepada siswa agar memiliki mental yang kuat, melibatkan seluruh siswa di kelas dalam suatu permainan atau Kegiatan, memberikan pengertian (edukasi) terkait bullying. Kedua upaya dalam mengatasi yaitu dengan cara menegur dan memberi nasihat kepada siswa, mencari faktor penyebab dari perilaku bullying, meningkatkan kepercayaan diri siswa yang menjadi korban bullying, memberikan treatment untuk siswa yang menjadi korban bullying, memberikan sanksi bagi pelaku bullying, berkoordinasi dengan orang tua siswa. Dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru dalam mencegah dan mengatasi perilaku bullying ini sudah cukup efektif dibuktikan dengan persentase kemunculan bullying terbanyak yaitu bullying secara verbal.