Ketidaksesuaian stok dalam manajemen inventori merupakan tantangan utama bagi perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional dan kestabilan rantai pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan persediaan pada Perusahaan X melalui pendekatan manajemen inventori. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi sumber ketidaksesuaian stok, mengoptimalkan biaya inventori, serta mengevaluasi potensi kerugian akibat ketidaktepatan pencatatan stok. Pendekatan yang digunakan mencakup teori Inventory Cost, Just in Time (JIT) Inventory, dan Cost-Benefit Analysis (CBA) untuk memberikan solusi terhadap permasalahan ketidakseimbangan persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian stok berdampak pada peningkatan shortage cost dan holding cost, yang berkontribusi terhadap kenaikan biaya operasional. Optimalisasi manajemen inventori melalui perhitungan Minimized Cost of Inventory dan penerapan JIT Inventory terbukti mampu mengurangi tingkat ketidaksesuaian stok serta meningkatkan efisiensi rantai pasokan. Selain itu, analisis Cost-Benefit menunjukkan bahwa investasi dalam sistem pencatatan berbasis teknologi dapat memberikan keuntungan finansial jangka panjang dengan mengurangi kerugian akibat stok yang tidak akurat. Dari sisi implikasi strategis, hasil penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi pemantauan inventori secara real-time dan integrasi antara strategi manajemen stok dengan perencanaan operasional untuk meningkatkan akurasi serta efisiensi inventori. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep manajemen inventori dalam konteks industri manufaktur dan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam mengoptimalkan strategi pengelolaan persediaan.