Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, namun rentan terhadap risiko likuiditas yang dapat mengganggu stabilitas operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen aset, leverage, kecukupan modal, dan profitabilitas terhadap risiko likuiditas pada BPR di Jawa Barat, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan karyawan BPR. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Analisis regresi menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap risiko likuiditas, dengan kecukupan modal dan profitabilitas memiliki kontribusi pengaruh paling dominan. Secara simultan, keempat variabel berkontribusi sebesar 92,20% terhadap variabilitas risiko likuiditas. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara pengelolaan aset, struktur pembiayaan, kekuatan permodalan, dan efisiensi laba dalam mengendalikan risiko likuiditas. Oleh karena itu, manajemen BPR disarankan untuk memperkuat keempat aspek tersebut secara seimbang guna menciptakan sistem likuiditas yang stabil dan berkelanjutan.