Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh persepsi terhadap ajaran agama Islam terhadap kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan studi literatur. Latar belakang studi ini berangkat dari pentingnya agama sebagai faktor protektif dalam menghadapi tekanan akademik dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan, baik berupa buku, artikel ilmiah, maupun hasil penelitian terdahulu yang membahas hubungan antara nilai-nilai Islam dan kesehatan mental. Persepsi positif terhadap ajaran Islam membantu mahasiswa meningkatkan ketahanan mental, menurut hasil telaah pustaka. Nilai-nilai Islam seperti tawakkal, sabar, syukur, dan optimisme membantu mengurangi stres, kecemasan, dan kesehatan mental. Pemahaman yang moderat dan kontekstual tentang ajaran Islam juga membantu orang menjadi lebih toleran, empati, dan mampu beradaptasi saat menghadapi tantangan hidup. Penelitian ini mengatakan bahwa persepsi positif tentang ajaran Islam dapat membantu kesehatan mental siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa program pembinaan rohani dan layanan konseling yang berbasis nilai-nilai keislaman sangat penting untuk meningkatkan pemahaman Islam yang moderat di lingkungan perguruan tinggi. pemahaman agama yang inklusif dan tidak ekstrem cenderung memiliki tujuan hidup yang lebih tinggi, tingkat stres yang lebih rendah, dan keseimbangan emosional yang lebih stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa internalisasi ajaran Islam secara proporsional membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan mental siswa. Menurut penelitian ini, meningkatkan pemahaman agama yang moderat di kampus sangat penting untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.