Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek, harga, kemasan, dan distribusi terhadap keputusan pembelian ulang Jamu Tolak Angin di Surabaya secara parsial. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini mengambil sampel 100 responden dari populasi konsumen Tolak Angin di Surabaya yang melakukan pembelian berulang, melebihi jumlah minimum 97 responden yang diperlukan. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linier berganda untuk mengukur hubungan antar variabel. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa citra merek dan kemasan secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian ulang. Konsumen cenderung membeli kembali produk ini karena persepsi positif terhadap merek dan desain kemasan yang menarik. Sementara itu, harga dan distribusi terbukti tidak berdampak signifikan terhadap pembelian ulang. Meski demikian, strategi harga yang dinamis seperti pemberian diskon atau paket bundling tetap dapat dimanfaatkan untuk menarik pembeli baru dan meningkatkan penjualan. Keberagaman varian kemasan juga berperan penting dalam memenuhi preferensi konsumen. Dengan menyediakan berbagai pilihan kemasan, produsen memudahkan konsumen untuk menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Penelitian ini menyoroti bahwa produk herbal seperti Tolak Angin, faktor non-harga seperti reputasi merek dan inovasi kemasan justru lebih menentukan loyalitas konsumen dibandingkan pertimbangan harga atau ketersediaan produk di pasaran. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya fokus pada penguatan citra merek dan pengembangan kemasan, sementara strategi harga dan distribusi dapat dioptimalkan untuk tujuan perluasan pasar daripada mempertahankan pelanggan tetap.