Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inflasi dan pendapatan memengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga di Kota Bandar Lampung, ditinjau dari sudut pandang ekonomi Islam. Dalam konteks kehidupan ekonomi masyarakat, konsumsi menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan kondisi kesejahteraan. Inflasi sebagai kenaikan harga barang secara umum dapat mengurangi daya beli, sementara pendapatan merupakan faktor utama yang menentukan kapasitas konsumsi sebuah rumah tangga. Perspektif ekonomi Islam menekankan keseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan spiritual, serta mendorong perilaku konsumsi yang bertanggung jawab, tidak berlebihan, dan sesuai syariat. Melalui pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), analisis ini menggunakan model regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, sementara pendapatan memberikan pengaruh positif yang cukup kuat. Dalam tinjauan ekonomi Islam, pola konsumsi yang bijak dan proporsional menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi keluarga serta mencegah terjadinya pemborosan (israf). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, serta meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi yang beretika dan berkelanjutan.