Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi orang tua terhadap pemberian susu formula pada anak, ditinjau dari perspektif Pendidikan Agama Islam. Dalam era modernisasi dan meningkatnya keterlibatan ibu dalam dunia kerja, penggunaan susu formula menjadi alternatif umum pengganti ASI. Namun, keputusan ini sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti iklan, tekanan sosial, kondisi kesehatan ibu, dan kurangnya pemahaman mengenai keutamaan menyusui dalam Islam. Padahal, Al-Qur'an dan Hadis secara eksplisit menganjurkan pemberian ASI hingga dua tahun sebagai bentuk pendidikan akhlak dan kasih sayang yang mendalam sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan mengangkat data empiris serta dalil normatif dari ajaran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi orang tua sering kali didasarkan pada kemudahan praktis, bukan nilai keutamaan. Oleh karena itu, pemahaman spiritual dan edukasi agama yang tepat perlu ditanamkan dalam keluarga agar proses menyusui tidak hanya dilihat dari sisi gizi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan pendidikan karakter anak.