Penelitian ini mengkaji fenomena perundungan yang kerap terjadi di lingkungan pesantren, menganalisis konflik approach-avoidance pada santri korban perundungan di pondok pesantren. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman korban perundungan. Kami mengambil 3 korban perundungan dari beberapa pondok pesantren untuk menjadi sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan santri yang pernah menjadi korban perundungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya konflik approach-avoidance pada korban, di mana mereka mengalami tarik-menarik antara keinginan untuk melaporkan kejadian dan keluar dari pesantren (approach) dan ketakutan akan konsekuensi negatif seperti perundungan yang lebih parah (avoidance). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman konflik approach-avoidance pada korban perundungan sangat penting untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif, yang berfokus pada peningkatan rasa aman, kepercayaan, dan dukungan bagi korban.