Pelayanan dan pengajaran Yesus menjadi fondasi utama terbentuknya gereja perdana. Sebagai nabi dan guru, Yesus memanggil dua belas murid dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang terpinggirkan, untuk bertobat dan mengikuti-Nya. Kematian dan kebangkitan Yesus menjadi dasar Perjanjian Baru serta penyempurnaan Perjanjian Lama. Setelah peristiwa Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul, yang kemudian menjadi pemimpin dan pembicara utama dalam membentuk komunitas Kristen pertama. Pelayanan para rasul menekankan pewartaan Injil, pertobatan, pembaptisan, dan pengajaran yang setia pada ajaran Yesus. Jemaat perdana menunjukkan kesatuan iman, solidaritas sosial, dan komitmen untuk hidup sesuai ajaran yang diwariskan Yesus melalui para rasul. Dinamika sejarah gereja perdana juga diwarnai oleh konflik internal, terutama perbedaan interpretasi ajaran Yesus dan penerimaan orang non-Yahudi, namun upaya rekonsiliasi dan dialog menghasilkan persatuan serta pertumbuhan gereja. Model pelayanan dan pengajaran Yesus serta para rasul menjadi teladan bagi gereja masa kini dalam membangun komunitas iman yang berakar pada kasih, solidaritas, dan pewartaan Injil kepada seluruh umat manusia.