G
GlobalRiset
Portal Indeksasi Jurnal

Hermeneutika Eksistensial Rudolf Bultmann dan Gagasan Demitologisasi

Vai Sar Maduma Panggabean, Novita A. Silitonga, Gracia Maria Nababan, Ayu Roger Sinaga, Melina Agustina Sipahutar
Abstrak

Pemikiran hermeneutika Rudolf Bultmann menekankan metode demitologisasi sebagai upaya untuk menginterpretasikan teks-teks Kitab Suci secara eksistensial, yaitu dengan membebaskan teks dari mitos-mitos yang bersifat kultural dan kosmologis agar dapat dipahami relevansinya bagi manusia modern. Bultmann mengadaptasi gagasan eksistensialisme Martin Heidegger, khususnya konsep "being" dan "temporalitas", untuk menjembatani pemahaman antara konteks historis teks dan pengalaman eksistensial pembaca masa kini. Demitologisasi bukan menghilangkan mitos secara literal, melainkan menafsirkan makna eksistensial yang terkandung dalam simbol-simbol tersebut, sehingga iman dapat dipahami sebagai pengalaman yang autentik dan personal. Pendekatan ini menggeser fokus teologi dari aspek historis-kultural menuju refleksi eksistensial tentang keberadaan manusia dan hubungannya dengan Tuhan. Dengan demikian, hermeneutika Bultmann berperan sebagai metode interpretasi yang menghidupkan kembali teks-teks suci dalam konteks kehidupan kontemporer.

Penerbit
CV Ruang Publikasi Ilmiah
Halaman
748-754
Kata kunci
Hermeneutika Eksistensial; Rudolf Bultmann; Demitologisasi; Eksistensialisasi; Interpretasi Kitab Suci
E-ISSN
3089-0128
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal