Hermeneutik alegoris merupakan metode penafsiran teks yang memandang makna tersembunyi di balik makna harfiah, yang berkembang sejak era Yunani Kuno dan mencapai puncaknya dalam tradisi Kristen awal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran hermeneutik alegoris dalam mengembangkan pemahaman filsafat dan teologi, khususnya dalam menafsirkan teks-teks klasik dan kitab suci. Dengan pendekatan kualitatif, artikel ini menelaah kontribusi tokoh-tokoh kunci seperti Philo dari Aleksandria, Origenes, dan Agustinus, serta bagaimana metode alegoris menghubungkan makna transenden dengan pemahaman rasional manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutik alegoris tidak hanya memperkaya penafsiran teologis, tetapi juga membuka jalan bagi dialog antara iman dan rasio dalam filsafat. Metode ini masih relevan dalam konteks kontemporer, terutama dalam menghadapi pluralitas tafsir dan krisis makna dalam dunia modern.