Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dalam budidaya padi di Indonesia menimbulkan berbagai dampak negatif, baik terhadap lingkungan, kesehatan manusia, maupun makhluk hidup lain di ekosistem pertanian. Studi kasus di Desa Mustika, Kabupaten Boalemo, menunjukkan bahwa praktik ini telah menyebabkan resistensi hama, pencemaran lingkungan, dan residu berbahaya pada hasil panen. Dengan pendekatan etika biosentrisme, artikel ini menelaah nilai moral semua makhluk hidup yang terdampak oleh penggunaan pestisida kimia, serta mengkaji solusi alternatif berupa biopestisida nabati dari tumbuhan lokal (tombili dan tubile). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopestisida tidak hanya lebih aman dan ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan hasil panen dan taraf hidup petani. Artikel ini merekomendasikan pergeseran paradigma pertanian menuju praktik yang lebih etis dan berkelanjutan, menghormati hak hidup seluruh makhluk di ekosistem pertanian.