Konflik antara minat pribadi dan ekspektasi orang tua kerap menjadi dilema besar bagi remaja dalam menentukan arah pendidikan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap dinamika konflik internal seorang remaja yang ingin melanjutkan pendidikan di jurusan seni rupa namun ditentang oleh orang tua yang hanya mengizinkan jurusan kedokteran atau keagamaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dan dianalisis menggunakan pendekatan teori konflik motivasi approach–avoidance. Hasil menunjukkan bahwa informan mengalami tekanan psikologis signifikan akibat terbatasnya pilihan yang diberikan oleh orang tua. Temuan ini menyoroti pentingnya komunikasi dua arah dan edukasi kepada orang tua mengenai keberagaman jalur karier.