Osteoarthritis shoulder (OA shoulder) merupakan salah satu penyebab nyeri bahu yang umum terjadi akibat degenerasi tulang rawan sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, keterbatasan rentang gerak (ROM), dan penurunan fungsi bahu. Penurunan ROM pada OA shoulder disebabkan oleh peradangan, penurunan fleksibilitas jaringan lunak, serta deformitas pada glenoid. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan manajemen fisioterapi pada kasus OA shoulder menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), ultrasound, dan latihan (exercises). Seorang pria usia 53 tahun asal Klaten mengalami nyeri dan keterbatasan dalam mengangkat serta menekuk lengan, disertai bunyi krepitasi pada bahu. Terapi fisioterapi diberikan sebanyak delapan sesi untuk mengurangi nyeri, meningkatkan ROM, fleksibilitas, serta kemampuan fungsional bahu. Evaluasi dilakukan menggunakan goniometer untuk mengukur ROM dan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) untuk menilai fungsi bahu. Hasil terapi menunjukkan bahwa kombinasi TENS, ultrasound, dan exercises efektif dalam mengurangi nyeri serta meningkatkan fungsi dan fleksibilitas sendi bahu pada kasus OA shoulder. Temuan ini mendukung pentingnya intervensi fisioterapi dalam penanganan osteoarthritis bahu secara holistik dan terstruktur.