Perusahaan manufaktur dalam studi ini adalah perusahaan yang begerak dalam bidang peratapan. Dalam proses produksinya banyak digunakan mesin-mesin berat diantaranya yaitu mesin slitting dan mesin truss reng. Dari mesin-mesin besar tersebut tentu ada potensi terjadinya kecelakaan kerja karena adanya risiko bahaya, bahkan laporan perusahaan mengenai tingkat kecelakaan kerja masih menunjukkan jumlah yang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan penerapan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control) untuk mengidentifikasikan risiko bahaya yang ada sekaligus upaya meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko serta pengendalian menggunakan metode HIRADC, khususnya pada mesin slitting dan mesin truss reng. Berdasarkan hasil perbandingan kategori level risiko pada area mesin slitting dan area mesin truss reng, pada area mesin truss reng level risiko tinggi dan level risiko sedang keduanya memiliki persentase lebih besar dibandingkan pada area mesin slitting, yaitu pada kategori risiko tinggi area mesin slitting 10 (45%) mesin truss reng 12 (55%), disusul dengan kategori risiko sedang area mesin slitting 9 (47%) dan area mesin truss reng 10 (53%), selanjutnya dengan kategori rendah mesin slitting 5 (56%) dan mesin truss reng 4 (44%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa area mesin truss reng lebih berisiko tinggi dibandingkan area mesin slitting. Rekomendasi pengendalian yang diberikan untuk menurunkan nilai risiko antara lain, yaitu dengan memasang limit switch atau sensor emergency sebagai tindakan pencegahan sehingga mesin dapat otomatis berhenti jika terjadi kesalahan atau kondisi berbahaya dan melakukan inspeksi rutin terhadap mesin dan crane untuk memastikan tidak terjadi error yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.