Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan meneliti bagaimana perjuangan para misionaris yang datang ke tanah Batak untuk menyebarkan ajaran agama kristiani. Misi ke Tanah Batak adalah sebuah misi yang dilakukan oleh para misionaris Kristen untuk menyebarkan berita Injil di Tanah Batak, Sumatera Utara, Indonesia. Misi ini biasanya dilakukan oleh para misionaris dari Eropa, terutama dari Jerman dan Inggris, pada abad ke-19. Dengan Tujuan utama misi ke Tanah Batak untuk menyebarkan agama Kristen di kalangan masyarakat Batak, yang sebelumnya menganut agama tradisional. Lalu mengembangkan pendidikan di kalangan masyarakat Batak, dengan mendirikan sekolah-sekolah dan mengajar bahasa, matematika dan ilmu pengetahuan dan mengajar tentang kesehatan. Dengan dampak Misi ke Tanah Batak yang sangat berpengaruh seperti perubahan agama yang berhasil menyebar di kalangan masyarakat Batak, sehingga banyak orang Batak yang beragama Kristen. Dengan berkembangnya juga pendidikan sehingga banyak orang Batak yang menjadi terdidik dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri. Dengan Kesehatan yang baik di kalangan masyarakat Batak, sehingga banyak orang Batak yang bisa memiliki akses ke layanan kesehatan yang lebih baik untuk meriksa kesehatannya. Salah satu contoh misi ke Tanah Batak adalah misi yang dilakukan oleh Ludwig Ingwer Nommensen, seorang misionaris Jerman yang datang ke Tanah Batak pada tahun 1862. Nommensen berhasil menyebarkan agama Kristen di kalangan masyarakat Batak dan mendirikan beberapa gereja dan sekolah di tanah batak.