Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pelestarian Tari Tuping sebagai warisan budaya Lampung melalui media seni pertunjukan sendratari Raden Intan II karya Nuvusa Etnika. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, penelitian ini menggali makna simbolik, proses pewarisan, serta strategi pelestarian yang dilakukan oleh pelaku seni dan komunitas lokal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tuping. tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi seni, tetapi sebagai representasi identitas budaya masyarakat Lampung. Pelestarian dilakukan melalui pendekatan edukatif, riset historis, serta pelibatan generasi muda dalam proses kreatif. Berdasarkan teori enkulturasi Koentjaraningrat dan identitas budaya Stuart Hall, dapat disimpulkan bahwa pertunjukan Raden Intan II menjadi medium penting dalam merawat, merekonstruksi, dan mentransformasikan nilai-nilai budaya secara dinamis dan kontekstual. Seni pertunjukan terbukti mampu menjadi sarana pewarisan budaya yang adaptif dan berdaya edukatif tinggi.