Masa remaja adalah fase penting Dimana pencarian jati diri dan fluktuasi emosional sering terjadi. Pada usia 17 tahun, individu biasanya dianggap sebagai remaja dan berada dan dalam fase pubertas. Selama fase ini, orang cenderung inginn menjelajahhi hal baru, yang seringkali menimbulkan masalah dalam kelurga dan lingkungan sosial. Kenakalan remaja dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti penyalahguaan narkoba, seks dilur nikah, dan aksi tawuran. Perilaku ini biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam mengatur emosi dan menahan diri dari pengaruh lingkungan yang baru, serta mencerminkan konflik yang masih belum terbatasi baik pada masa kanak-kanak maupun remaja. Transformasi nilai-nilai moral pada remaja memerlukan penyesuaian dengan stategi dakwah yang kreatif. Metode dakwah tradisional dinilai sudah kurang efektif dalam menangani masalah ini oleh sebab itu, penyampaian dakwah harus dilakukan dengan cara-cara yang baruu yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan situasi sosial terbaru, agar pesan dakwah dapat lebih tepat dan berdampak pada fase remaja. Studi ini menggunakan metode penelitian Pustaka. Divvers berbagai reverensi, termasuk buku, jurnal penelitian, dan artikel yang relevan, diteliti dan dikaji secara mendalam untuk memahami fungsi aplikasi psikologi dakwah dlam mencegah perilaku remaja. Psikologi sebagai salah satu bidang ilmu yang empiris, berakar pada pengalaman manusia. Walaupun pad awalnya dipengaruhi oleh fiilsafat spekulatif, secara etimologis, istilah “psikologi” berakal dari Bahasa Yunani “psyche” (jiwa) dan “logos” (ilmu), yang secara harfiah mengartikan “ilmu mengenai jiwa”. Akan tetapi, pengertian jiwa masih dianggap tiidak jelas dan belum ada consensus umm. Dakwah dalam pengertian ini dimaknai sebagai usaha mengarahkan individu kepada kebaikan dan bimbingan sera menjauhi perbuatan tercela untuk meraih kebahagianan di dunia dan akhirat. Dalam Bahasa arab “da’wah” atau “da’watun” berarti undangan, ajakan, dan seruan, yang mencerminkan kehadiran proses interaksi serta usaha untuk memngaruhi pihak lain dan keberhasilan penyampaian agama.