Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam memperkuat solidaritas sosial di masyarakat Desa Nginden, Kota Surabaya. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya memperkuat persatuan sosial di tengah masyarakat Indonesia yang plural, terutama menghadapi tantangan globalisasi dan meningkatnya sikap individualisme. Nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, musyawarah, keadilan sosial, dan rasa hormat antar sesama memiliki peran penting dalam membangun kohesi sosial dan memperkuat ikatan antar warga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data didapat melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan warga seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, musyawarah warga, kegiatan Jumat Berkah, serta perayaan Hari Kemerdekaan RI yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial warga, yang tercermin melalui kolaborasi aktif dalam berbagai kegiatan komunal. Kegiatan seperti kerja bakti, lomba kemerdekaan, dan musyawarah warga menjadi sarana konkret mempererat solidaritas, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan memperkuat hubungan sosial antar individu. Faktor pendukung implementasi nilai Pancasila antara lain adalah budaya gotong royong yang masih kuat dan kepemimpinan warga yang inklusif. Sebaliknya, tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh individualisme dan keterbatasan waktu masyarakat akibat kesibukan kerja. Kesimpulannya, prinsip-prinsip Pancasila terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan solidaritas sosial serta menciptakan masyarakat yang bersatu dan harmonis.