Kebijakan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kepentingan berbagai aktor yang terlibat, seperti pemerintah, sektor swasta, profesi medis, akademisi, dan masyarakat sipil. Studi ini mengkaji bagaimana dinamika kepentingan para pihak tersebut memengaruhi proses formulasi dan implementasi kebijakan kesehatan di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tinjauan pustaka dari literatur kebijakan publik dan kesehatan (Walt & Gilson, 1994; Buse et al., 2012), penelitian ini menyoroti pentingnya analisis aktor (actor analysis) dalam memahami relasi kuasa, negosiasi kepentingan, dan potensi konflik dalam penyusunan kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa transparansi proses, partisipasi bermakna, dan tata kelola yang akuntabel menjadi kunci dalam menyeimbangkan kepentingan agar kebijakan yang dihasilkan lebih adil dan berorientasi pada kesehatan masyarakat. Studi ini diharapkan menjadi referensi dalam penguatan tata kelola kebijakan kesehatan yang inklusif dan berbasis bukti