Penelitian ini membahas kontribusi perempuan Minangkabau dalam perlawanan terhadap kolonialisme Belanda di Sumatera Barat. Dalam struktur sosial matrilineal Minangkabau, perempuan memegang peranan penting tidak hanya dalam ranah domestik, tetapi juga dalam ranah sosial dan budaya. Melalui kajian historis dan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap bagaimana perempuan Minangkabau, baik secara langsung maupun tidak langsung, turut serta dalam perjuangan melawan penjajahan. Tokoh-tokoh seperti Rohana Kudus dan Rasuna Said menjadi representasi dari keterlibatan aktif perempuan dalam membangun kesadaran nasionalisme melalui pendidikan, pers, dan politik. Penelitian ini juga menyoroti peran perempuan dalam mempertahankan nilai-nilai adat dan menjadi pendukung moral perjuangan laki-laki di medan tempur. Temuan ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam perjuangan kolonial di Minangkabau bukanlah sekadar pelengkap, tetapi bagian integral dari gerakan perlawanan yang lebih luas. Studi ini diharapkan dapat memperkaya literatur sejarah perjuangan nasional dengan menempatkan perempuan sebagai subjek aktif dalam narasi perlawanan terhadap kolonialisme.