Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam cara penyampaian dakwah. Di era digital ini, dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar masjid, tetapi telah merambah ke berbagai platform digital seperti media sosial, podcast, dan video streaming. Dalam konteks ini, psikologi memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas dakwah, terutama dalam memahami karakteristik audiens, membangun komunikasi persuasif, serta menciptakan konten yang relevan dan menarik secara emosional. Artikel ini membahas bagaimana pendekatan psikologi, khususnya psikologi komunikasi, psikologi sosial, dan psikologi perkembangan, dapat diterapkan dalam strategi dakwah digital. Dengan memahami kebutuhan psikologis dan perilaku pengguna digital, dai dapat menyampaikan pesan keagamaan secara lebih tepat sasaran dan berdaya ubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis konten terhadap praktik dakwah digital yang sukses. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip psikologi dalam dakwah mampu meningkatkan keterlibatan audiens, memperkuat pesan, dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara ilmu dakwah dan psikologi dalam merespons tantangan dakwah kontemporer.