Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana multikulturalisme berkontribusi dalam penguatan identitas nasional di tengah dinamika globalisasi, serta mengungkap hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Menggunakan metode studi kasus eksploratif dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pendidik, siswa, dan pengambil kebijakan, disertai dengan analisis berbagai dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural memainkan peranan penting dalam membentuk kesadaran peserta didik terhadap keragaman budaya dan nilai-nilai nasional. Meski demikian, beberapa tantangan seperti pengaruh dominan budaya luar, menurunnya penggunaan bahasa daerah, dan kurangnya integrasi budaya lokal dalam kurikulum masih menjadi kendala utama. Untuk menghadapi hal ini, perlu dirumuskan strategi terpadu seperti memperkuat kurikulum berbasis kearifan lokal, meningkatkan partisipasi tokoh budaya dalam proses belajar, dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana edukatif.